Bermula dari kesukaan terhadap musik cadas yang hangar bingar, DOWN FOR LIFE terbentuk pada awal 2000. Beberapa individu yang sebelumnya terlibat dalam kelompok band lain, seperti Sabotage ( Yogyakarta ), dan band HC / punk kota Solo seperti Apoticore, Underdog, dan Full Stricken; kemudian membentuk DOWN FOR LIFE.
Dengan formasi awal Stephanus Adjie memegang kendali vokal, sebagai founder band bersama Anang Farid a.k.a Achenk pada drum, kemudian mengajak beberapa teman; Ahmad Azhari a.k.a Jojo sebagai bassis dan memakai satu gitaris Imam Santoso. Pada awalnya sangat terpengaruh band – band Lost and Found seperti Backfire! maupun band – band NYHC seperti Madball, Agnostic Front maupun 25 Ta Life. Namun karena kesibukannya Achenk mengundurkan diri meski sampai sekarang masih terlibat dalam band terutama pada divisi merchandise. Kemudian kembali pada basic root nya yang lebih condong ke metal, terutama ketika seorang drummer kawakan , Doddy PDD, yang sebelumnya bermain bersama Traxtor, Brutal Corpse dan Broken Hell bergabung dan mengeser posisi Achenk untuk bermain gitar. Dengan formasi berlima dan pengaruh band – band metalcore seperti Killswitch Engage, Chimaira, Unearth, All Out War, Converge, bisa dikatakan bahwa DOWN FOR LIFE adalah band hardcore yang memainkan metal.

Individu yang terlibat dalam band ini bisa dikatakan hampr tidak pernah mengalami perubahan berarti. Semua individu sampai saat ini masih berkecimpung didalamnya meski tidak berada dalam divisi musik. Hal ini menunjukan bahwa DOWN FOR LIFE bukan saja sebuah band tapi adalah keluarga yang mempunyai komitmen visi dan misi yang sama namun tidak terikat.. Untuk beberapa saat berjalan dengan formasi berempat, kemudian setelah sempat dibantu beberapa gitaris seperti Andreas Oky a.k.a Gembus dari Mock Me Not dan Novi Koploh dari The Rival, akhirnya mendapatkan gitaris tetap yaitu Sigit Santoso dari Full Stricken dan xCorrupshiTx, juga adik kandung dari Imam untuk melengkapi formasi DOWN FOR LIFE.

Lebih dari 50 gigs dijajal dari event kecil sampai event besar, baik di kota Solo dan sekitarnya atau juga di kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Malang, Semarang, Kudus, dan lain-lain. Berada dalam satu panggung dengan band lain baik dalam genre yang sama maupun genre yang lain. Dengan kerja tim dengan dukungan kerja crew yang maksimal, DOWN FOR LIFE mampu menyuguhkan performance dan sound yang liar.
Tentu ditunjang dari pengalaman individunya dengan latar belakang sebelumnya. Band ini menjadi salah satu band momok yang ditakuti kuping – kuping mainstream dan band yang selalu ditunggu oleh penggila musik cadas di kota Solo.

Sebuah band membutuhkan manajerial penanganan yang profesional sesuai kapasitasnya dan kebutuhan band tersebut. DOWN FOR LIFE sebelumnya dikelola oleh band sendiri, tapi setelah hampir berjalan 2 tahun, mereka bergabung dalam manajemen Dapross Conspiracy. Sebuah kemajuan berarti dengan makin tertatanya jadwal konser dan bentuk promo lainnya dan merilis secara tidak resmi sebuah album yang berisi 12 lagu, yang sekarang dianggap sebagai bootleg karena dirilis tidak secara resmi dan tidak dijual, beredar luas melalui promo dan dapat dicopy gratis. Lagu – lagu ini bahkan saat ini dapat diunduh di hampir semua warnet di kota Solo. Setelah berjalan hampir 3 tahun, pada April 2006 DOWN FOR LIFE memutuskan keluar dari Dapross. Beberapa pertimbangan dan hal yang bersifat krusial menyebabkan terjadinya hal ini. Ini juga diikuti oleh band – band lain yang sebelumnya bergabung di dalamnya. Perbedaan visi misi dan hal – hal yang bersifat pribadi, terutama karena masalah keluarga, Doddy memutuskan keluar dari band. Tapi hal ini dapat diantisipasi karena sebelumnya sudah ada additional player, seorang drummer muda dari band crustcore Arm Of The View, Wahyu Jayadie a.k.a Uziel, kemudian bergabung menjadi anggota keluarga termuda dalam DOWN FOR LIFE. Pergantian personil ini semakin menguatkan iktan dalam internal DOWN FOR LIFE. Bahkan secara kualitas musik dan performance semakin matang dan terkonsep. Hal ini juga ditunjang manajerial yang semakin tertata setelah dipegang sendiri dengan menunjuk Giri Noto sebagai manajer.

Setelah menjelajahi beberapa gigs lagi baik di dalam dan luar kota., DOWN FOR LIFE, kembali ke studio rekaman di Studio Biru. Persiapan materi yang diambil dari beberapa lagu dari album bootleg dan promo dengan aransemen dan lirik baru, proses rekaman sampai mastering berlangsung dari bulan November 2007 sampai Januari 2008, dan menghabiskan biaya cukup banyak, hampir semua penghasilan main dihabiskan bahkan itu tidak cukup, untunglah sebuah minor label baru aliansi dari the ThiNK kolektif dan Belukar clothing bernama Belukar Records, membantu pendanaan dan merilis debut album resmi DOWN FOR LIFE ini yang berhasil mengandeng brand rokok nasional X Mild dengan program X Mild Noize nya. Dengan sound enginnering kenamaan kota Solo, Setyo, proses rekaman juga menghadirkan Didi Crow dari ROXX, band rock legendaris Indonesia, pada lagu Menuju Matahari. Beberapa equipment disupport oleh Sumber Ria Sound System dan Moshpit Music Studio, yang selama ini memberikan fasilitas latihan gratis pada DOWN FOR LIFE. Untuk penggandaannya di Jakarta dibantu Renhat dari Souljah. Saat ini album ini masih dalam proses pengerjaan cover yang art work nya dikerjakan oleh Jahloo Gomes dari Belukar dan untuk printing cover dan media publikasi dikendalikan Apukat Printed.

Sambil menunggu selesai proses cover ini, beberapa proyek dikerjakan seperti merchandise DOWN FOR LIFE yangs secara eksklusif dipegang Belukar Clothing, meski beberapa clothing seperti Morisland merilisnya tapi dibawah naungan Belukar untuk masalah desainnya. Dari masalah desain inilah kalimat Pasukan Babi Neraka terlontar, yang awalnya dipakai untuk desain kaos, Tatuk dari Evergreen, Stephanus Adjie dari DOWN FOR LIFE dan Jahloo Gomes dari Belukar lah yang bertanggung jawab atas kalimta itu. Pasukan Babi Neraka yang kemudian berkembnag menjadi semacam julukan bagi teman – teman dan penggemar DOWN FOR LIFE. Cukup mengejutkan penjualan merchandise meningkat tajam bahkan dari luar kota juga begitu banyak. Beberapa gigs di luar kota pun dipadati pecinta metal dan tentu saja Pasukan Bai Neraka baik yang dari Solo selalu mengikuti atau dari kota – kota tersebut…sangat mengejutkan, tawaran main juga begitu banyak. Sementara Pasukan Babi Neraka sendiri mempunyai konsep dari logo DOWN FOR LIFE yaitu babi, yang merupakan binatang menjijikan, serakah, kotor bahkan dianggap haram tapi dagingnya juga disukai karena kelezatannya, sebuah paradigma yang menarik, demikian juga dengan DOWN FOR LIFE yang tentu saja banyak yang menyukai musiknya tapi tidak sedikit juga yang tidak suka. Tapi Pasukan Babi Neraka ini terus berkembang baik kuantitas maupun kualitasnya..

Bulan Mei 2008, debut album DOWN FOR LIFE bertitel Simponi Kebisingan Babi Neraka dirilis dalam format cd oleh Belukar Records. Sebuah album dari band cadas yang paling ditunggu oleh pecinta musik cadas kota Solo dan sekitarnya. Akhirnya perjuangan hampir sepuluh tahun ini memberi bukti karya nyata. Dicetak 1000 buah dan sampai akhir tahun 2008 terjual lebih dari 800 buah dengan distribusi hampir di kota besar di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Yang luar biasa adalah penjualan merchandise yang mencapai 100 kaos per bulannya. Dirilisnya album ini mengantarkan DOWN FOR LIFE menjajal puluhan panggung dan tour bersama Caliban ( Jerman ), Netral, Koil, Seringai, Pas Band, Burgerkill dalam rangkaian tour bersama Djarum, Marlboro dan Gudang Garam dan gig komunitas di beberapa kota di Jawa Tengah. Tahun 2009 langsung tancap gas dengan beberapa konser bersama Slank dan Andra and The Backbone di Marlboro Rock in Orchestra, menjadi pembuka konser Parkway Drive ( Australia ) di Jakarta dan rangkaian Marlboro Mix Rock Tour di Jawa Tengah. Dan pada pertengahan 2009 album Simponi Kebisingan Babi neraka sudah terjual habis.

2010 dibuka dengan hengkangnya kakak beradik Imam Santoso dan Sigit Pratama. Tidak larut dalam polemik DOWN FOR LIFE langsung mengaudisi mencari gitaris baru. Setelah melalui proses yang cukup melelahkan, akhirnya terpilih Moses Rizky, yang merupakan additional gitar DOWN FOR LIFE dan juga gitaris Remain Silent dan Rio Baskara, gitaris band stoner Sofre Moreou. Formasi ini langsung menghadapi jadwal padat samapai pertengahan tahun. Dari helatan pensi dan gig besar seperti East Side Metal di Semarang dan Bla Bla Bla Fest di Jakarta juga gigs komunitas di berbagai kota. Tawaran dari clothing line merchandise terbesar di Indonesia, Merch Cons, melengkapi rilisan merchandise yang dipegang oleh Belukar, Black Bat, Sinkkink dan Grind. Ini meningkatkan penjualan merchandise mencapai 200 buah per bulannya. DOWN FOR LIFE juga dipercaya menjadi pembuka band internasional Dying Fetus di Solo dan Exodus di Jakarta, yang langsung disambung dengan rangkaian tour di Jakarta dan sekitarnya pada bulan Oktober. Tawaran 3 way split dari downsouth Records dari Singapura dan dilanjutkan rangkaian promo tour di Singapura, Malaysia dan Thailand di akhir tahun 2010 dan tour Jawa Tengah bersama Burgerkill dengan dukungan Surya 12.

Tahun 2011 dimulai dengan banyak panggung di beberapa kota di pulau Jawa. Dari gigs kecil dan menjadi opening band manca negara seperti Misery Index, Deez Nutz dan Marduk, sampai festival besar Bandung Berisik 2011 dan Rock In Solo 2011. Pada bulan Agustus DOWN FOR LIFE memulai proses rekaman di Rockstar Studio dan Pengerat Studio di Yogyakarta bersama produser Klanting dan Andreas Oki Gembus.

Album baru akan dirilis pada tahun 2012, saat ini sedang proses mixing dan mastering. Sementara merchandise saat ini masih dipegang oleh Merch Cons, Arena Experience, Brain Dead, Black Bat, Silent Screamer, Helleluyah, Rown Division dan Belukar.

Bersiap untuk legiun perang di kancah laga musik cadas…
Sebuah imperium baru…Pasukan Babi Neraka kota Bengawan..!!

Down For Life:

Stephanus Adjie                 : Vokal
Moses Rizki                       : Gitar 1
Rio Baskara                        : Gitar 2
Ahmad Azhari a.k.a Jojo     : Bass
Wahyu Jayadie a.k.a Uziel  : Drum

   
Down For Life - Menuju Matahari
Album:
Simponi Kebisingan Babi Neraka